Press "Enter" to skip to content

https://blog.ipaymu.com/cara-memilih-expiry-time-virtual-account-payment-link/Sistem pembayaran yang sudah aktif belum tentu sistem yang sudah diatur dengan benar. Ada perbedaan besar antara “bisa menerima pembayaran” dan “sudah dioptimasi untuk konversi”.

Banyak merchant mengaktifkan payment gateway, lalu tidak pernah menyentuh pengaturannya lagi. Mereka menganggap sistem sudah berjalan sendiri. Padahal, ada beberapa kesalahan pengaturan yang diam-diam membuat pembeli kabur sebelum sempat menyelesaikan transaksi.

Berikut lima kesalahan paling umum yang ditemukan di akun merchant yang conversion rate-nya di bawah potensi sebenarnya.

Kesalahan 1: Expiry Time yang Terlalu Pendek untuk Segmen Pembeli

Ini adalah kesalahan yang paling banyak terjadi — dan paling mudah diperbaiki. Merchant menetapkan expiry time Virtual Account satu atau dua jam untuk semua jenis transaksi. Tanpa mempertimbangkan kapan pembeli biasanya bayar.

Pembeli yang memesan produk pada pukul 22.00 malam tidak selalu bisa langsung transfer. Mungkin mobile banking mereka sedang dalam maintenance. Mungkin mereka ingin bayar besok pagi lewat ATM. Tapi jika VA sudah kedaluwarsa dalam satu jam, transaksi itu hilang.

Dampaknya: transaksi pending yang tinggi, pembeli yang menghubungi toko dengan pertanyaan “VA saya kenapa tidak bisa?” padahal jawabannya sudah kedaluwarsa.

Cara memperbaiki: sesuaikan expiry time berdasarkan jenis produk dan waktu pembeli biasanya memesan. Untuk pesanan malam hari, expiry minimal 12 jam sudah jauh lebih baik dari dua jam.

Kesalahan 2: Hanya Mengaktifkan Satu atau Dua Channel Pembayaran

Merchant yang baru mulai sering hanya mengaktifkan Transfer Bank dan QRIS lalu berhenti. Mereka beranggapan dua channel sudah cukup untuk semua pembeli.

Tapi pembeli datang dari berbagai latar belakang. Setiap segmen yang tidak terlayani adalah peluang penjualan yang hilang diam-diam.

Dampaknya: pertanyaan berulang di chat seperti “bisa bayar pakai apa?”, segmen pembeli tertentu yang tidak pernah berhasil checkout.

Cara memperbaiki: audit channel yang tersedia di dashboard iPaymu dan aktifkan yang belum ada. Mulai dari yang paling banyak diminta pembeli berdasarkan pertanyaan yang masuk ke chat toko.

Kesalahan 3: Tidak Mengonfigurasi Webhook dengan Benar

Webhook adalah koneksi antara sistem iPaymu dan sistem toko yang memperbarui status pesanan secara otomatis saat pembayaran berhasil. Jika webhook tidak dikonfigurasi atau salah konfigurasi, status pesanan tidak berubah meski pembayaran sudah masuk.

Akibatnya, pembeli yang sudah bayar melihat pesanannya masih “menunggu pembayaran”. Mereka menghubungi toko untuk konfirmasi. Tim harus cek manual dan update status secara manual. Ini memakan waktu kedua pihak dan meninggalkan kesan bahwa toko tidak profesional.

Dampaknya: lonjakan pertanyaan konfirmasi manual dari pembeli, potensi kehilangan kepercayaan dari pembeli baru yang tidak mendapat konfirmasi otomatis.

Cara memperbaiki: masuk ke menu pengaturan di dashboard iPaymu, cek URL webhook yang terdaftar, dan lakukan test webhook untuk memastikan koneksi berjalan dengan benar. Jika menggunakan plugin WooCommerce, pastikan versi plugin sudah terbaru.

Kesalahan 4: Tidak Ada Notifikasi Pembayaran untuk Merchant

Ini kebalikan dari masalah webhook. Beberapa merchant fokus memastikan pembeli mendapat konfirmasi, tapi lupa mengonfigurasi notifikasi untuk diri sendiri.

Hasilnya: pembayaran sudah masuk, tapi tim tidak tahu sampai mereka buka dashboard secara manual. Di periode ramai seperti Harbolnas atau flash sale, pesanan yang sudah dibayar bisa menunggu berjam-jam sebelum diproses.

Dampaknya: keterlambatan pemrosesan pesanan, pembeli yang menunggu terlalu lama dan akhirnya menghubungi dengan keluhan.

Cara memperbaiki: aktifkan notifikasi email atau WhatsApp untuk setiap pembayaran berhasil di pengaturan akun iPaymu. Pastikan notifikasi diarahkan ke alamat atau nomor yang aktif dipantau oleh tim bukan ke email lama yang jarang dibuka.

Kesalahan 5: Tampilan Nama Merchant yang Tidak Konsisten atau Tidak Jelas

Saat pembeli melakukan transfer ke Virtual Account, nama merchant yang muncul di konfirmasi transfer adalah identitas yang paling langsung mereka lihat. Jika nama yang muncul berbeda dari nama toko yang mereka kenal, sebagian pembeli akan ragu dan memilih tidak jadi transfer.

Ini sering terjadi ketika merchant mendaftar menggunakan nama badan hukum yang berbeda dari nama merek yang dipakai di media sosial atau marketplace. Pembeli yang mengenal toko sebagai “Kopi Kita” tapi melihat nama “CV Nusantara Kopi Jaya” di konfirmasi transfer akan bingung.

Dampaknya: peningkatan pertanyaan “ini rekening yang benar tidak?”, sebagian pembeli yang membatalkan transfer karena tidak yakin.

Cara memperbaiki: pastikan nama merchant yang terdaftar di iPaymu konsisten dengan nama yang dikenal pembeli. Jika ada perbedaan yang tidak bisa dihindari karena alasan legal, tambahkan keterangan di halaman checkout atau pesan konfirmasi pesanan “Transfer ke VA atas nama CV Nusantara Kopi Jaya (Kopi Kita)”.

Satu Sesi Audit yang Bisa Mengubah Angka Konversi

Lima kesalahan di atas tidak membutuhkan perbaikan yang rumit. Semuanya bisa diatasi dalam satu sesi di dashboard tanpa perlu bantuan developer.

Luangkan 30 menit minggu ini untuk mengaudit pengaturan payment gateway Anda. Cek expiry time, channel yang aktif, konfigurasi webhook, notifikasi merchant, dan nama yang terdaftar. Jika menemukan salah satu dari lima masalah di atas, perbaiki sekarang sebelum lebih banyak pembeli pergi diam-diam karena hambatan yang sebenarnya mudah diselesaikan.

Daftar sebagai merchant iPaymu dan kelola semua pengaturan ini dari satu dashboard yang lengkap.

Jadilah Orang Pertama yang Berkomentar!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *