Ada satu pengaturan kecil di dashboard payment gateway yang sering diabaikan tapi dampaknya langsung ke tingkat transaksi yang berhasil diselesaikan. Pengaturan itu adalah expiry time: batas waktu yang diberikan kepada pembeli untuk menyelesaikan pembayaran sebelum VA atau payment link kedaluwarsa.
Terlalu pendek, pembeli tidak sempat bayar dan transaksi gagal. Terlalu panjang, bisnis terikat pada pesanan yang mungkin tidak jadi dibayar sementara stok atau slot sudah “terblokir” untuk pesanan tersebut.
Artikel ini membahas cara memilih expiry time yang tepat untuk berbagai jenis transaksi dan bisnis.
Mengapa Expiry Time Penting untuk Diatur dengan Tepat
Expiry time bukan sekadar formalitas teknis. Ini adalah keputusan bisnis yang memengaruhi dua hal sekaligus.
Pertama, pengalaman pembeli. Waktu yang terlalu pendek membuat pembeli frustrasi terutama jika mereka sedang sibuk dan baru bisa bayar beberapa jam kemudian. Kedua, kepastian stok dan kapasitas. Waktu yang terlalu panjang membuat pesanan “menggantung” terlalu lama, sementara pembeli lain yang ingin beli tidak bisa karena stok sudah dianggap terpesan.
Keseimbangan antara dua kepentingan ini adalah inti dari pengaturan expiry time yang baik.
Faktor yang Menentukan Expiry Time yang Tepat
Sebelum memilih angka spesifik, ada empat faktor yang perlu dipertimbangkan untuk setiap jenis transaksi.
Jenis produk atau layanan. Produk fisik dengan stok terbatas membutuhkan expiry time yang lebih pendek dibanding produk digital yang tidak terbatas stoknya. Layanan dengan kapasitas terbatas seperti slot workshop atau kamar hotel juga butuh expiry yang lebih ketat.
Kebiasaan pembeli. Pembeli yang biasa bayar langsung saat checkout butuh waktu lebih sedikit dari pembeli yang biasa bayar setelah pulang kerja atau setelah dapat gajian. Kenali pola perilaku segmen pembeli Anda sebelum menetapkan angka.
Jam operasional bisnis. Jika toko menerima pesanan 24 jam tapi tim hanya aktif di jam kerja, expiry time yang pendek di malam hari bisa membuat banyak pesanan kedaluwarsa sebelum sempat diproses.
Nilai transaksi. Untuk transaksi bernilai besar, pembeli mungkin butuh waktu lebih untuk transfer terutama jika ada batas harian dari mobile banking mereka yang perlu diatur terlebih dahulu.
Panduan Expiry Time per Jenis Transaksi
Tidak ada angka universal yang cocok untuk semua bisnis. Tapi ada panduan umum yang bisa dijadikan titik awal.
Virtual Account untuk produk fisik dengan stok terbatas Rekomendasinya: 1–3 jam di jam aktif, 12–24 jam untuk pesanan yang masuk di malam atau dini hari.
Stok yang terbatas butuh kepastian lebih cepat. Tapi pembeli yang memesan malam hari tidak bisa dipaksa bayar dalam satu jam jika bank transfer mereka baru bisa dilakukan esok pagi.
Virtual Account untuk layanan dengan slot terbatas (workshop, kelas, event) Rekomendasinya: 2–6 jam sejak pesanan dibuat.
Slot yang “terblokir” terlalu lama merugikan bisnis ada calon peserta lain yang mungkin ingin mendaftar di slot yang sama. Tapi 2 jam biasanya cukup bagi pembeli yang serius untuk menyelesaikan transfer.
Virtual Account untuk produk digital atau layanan tanpa batasan kapasitas Rekomendasinya: 24–48 jam.
Karena tidak ada keterbatasan stok, tidak ada urgensi untuk mempersingkat waktu. Waktu yang lebih panjang memberi pembeli fleksibilitas dan pembeli yang tidak terburu-buru lebih cenderung menyelesaikan pembayaran dari pada membatalkan.
Payment link untuk penjualan via WhatsApp atau media sosial Rekomendasinya: 12–24 jam untuk transaksi biasa, 1–3 jam untuk flash sale.
Payment link yang dikirim lewat chat biasanya memiliki konteks percakapan di sekitarnya. Pembeli yang menerimanya cenderung lebih siap untuk bayar. Tapi untuk flash sale dengan harga khusus, expiry pendek menciptakan urgensi yang mendorong pembeli menyelesaikan lebih cepat.
Payment link untuk invoice atau tagihan jasa profesional Rekomendasinya: 3–7 hari.
Klien yang menerima invoice untuk jasa profesional biasanya punya proses internal approval dari atasan, transfer dari rekening bisnis, atau pengaturan dengan tim finance. Expiry yang terlalu pendek tidak realistis untuk konteks ini.
Cara Mengatur Expiry Time di iPaymu
Pengaturan expiry time tersedia di dashboard iPaymu saat membuat payment link atau mengaktifkan Virtual Account. Berikut langkahnya.
Untuk payment link: saat membuat link baru dari dashboard, ada opsi untuk mengatur masa berlaku link dalam satuan jam atau hari. Pilih durasi yang sesuai dengan jenis transaksi dan segmen pembeli yang dituju.
Untuk Virtual Account: expiry time VA bisa dikonfigurasi saat mengintegrasikan VA ke sistem checkout atau saat membuat VA manual dari dashboard. Untuk integrasi via API, parameter waktu kedaluwarsa bisa diatur per transaksi sesuai kebutuhan.
Jika tidak yakin dengan angka yang tepat, mulai dari ekspirasi 24 jam sebagai default. Pantau berapa persen VA atau payment link yang kedaluwarsa sebelum dibayar selama dua minggu pertama. Sesuaikan dari sana berdasarkan data aktual.
Cara Mengurangi Risiko Transaksi Kedaluwarsa
Ekspirasi tidak selalu berarti pembeli tidak mau bayar. Kadang mereka hanya lupa atau terganggu di tengah proses. Ada beberapa cara untuk mengurangi transaksi yang kedaluwarsa sebelum sempat diselesaikan.
Kirim reminder sebelum kedaluwarsa. Notifikasi WhatsApp atau email yang dikirim 1–2 jam sebelum VA atau payment link kedaluwarsa efektif mendorong pembeli menyelesaikan pembayaran. Pesan yang pendek dan langsung “Pesanan Anda akan kedaluwarsa dalam 2 jam” — lebih efektif dari pesan panjang.
Sediakan opsi perpanjangan. Untuk transaksi bernilai besar, berikan opsi kepada pembeli untuk meminta perpanjangan expiry jika mereka belum bisa bayar tepat waktu. Ini lebih baik dari membiarkan transaksi kedaluwarsa dan harus dimulai dari awal.
Tampilkan countdown di halaman konfirmasi. Pembeli yang melihat timer yang bergerak lebih terdorong untuk segera menyelesaikan pembayaran dibanding yang hanya melihat waktu kedaluwarsa sebagai teks statis.
Tinjau Ulang Expiry Time Secara Berkala
Expiry time yang tepat bulan ini belum tentu tepat enam bulan ke depan. Pola perilaku pembeli bisa berubah. Jenis produk yang paling banyak terjual bisa bergeser. Musim tertentu juga memengaruhi kebiasaan pembayaran.
Pantau persentase transaksi kedaluwarsa dari laporan di dashboard iPaymu setiap bulan. Jika angkanya naik, ada kemungkinan expiry time perlu diperpanjang atau reminder perlu lebih awal. Jika bisnis sering menghadapi stok “terblokir” oleh pesanan yang tidak jadi, expiry perlu diperpendek.
Pengaturan Kecil dengan Dampak yang Tidak Kecil
Expiry time adalah salah satu pengaturan yang mudah diubah tapi jarang dioptimalkan. Padahal, penyesuaian sederhana pada durasi ini bisa langsung terlihat hasilnya dalam bentuk lebih banyak transaksi yang berhasil diselesaikan.
Mulai dengan cek pengaturan expiry time yang saat ini berlaku di akun iPaymu Anda. Bandingkan dengan panduan di atas dan sesuaikan jika ada yang tidak cocok dengan jenis bisnis dan perilaku pembeli Anda.
Daftar sebagai merchant iPaymu sekarang dan kelola semua pengaturan transaksi dari satu dashboard yang lengkap.

Jadilah Orang Pertama yang Berkomentar!