Kasir warung mie ayam di sudut pasar itu punya satu kode QR yang ditempel di plastik mika di atas meja. Pembeli scan, ketik sendiri nominalnya, bayar. Selesai dalam 10 detik. Di toko elektronik sebelah mal, setiap transaksi menghasilkan kode QR baru di layar kasir — nominalnya sudah otomatis muncul sesuai total belanja, pembeli tinggal scan dan bayar tanpa ketik apapun.
Keduanya pakai QRIS. Tapi cara kerjanya berbeda, dan keduanya tepat untuk konteks masing-masing.
Ini bukan artikel yang membuang waktu Anda dengan sejarah QRIS atau cara kerja teknis Bank Indonesia. Ini panduan langsung: kenali situasi Anda, pilih yang tepat, aktifkan, dan mulai terima pembayaran lebih cepat.
Langkah 1: Kenali Situasi Kasir Anda
Sebelum memilih, jawab dua pertanyaan ini:
Apakah harga setiap transaksi di bisnis Anda selalu berbeda-beda? Jika ya — seperti toko kelontong, restoran dengan banyak menu, atau apotek — Anda butuh QRIS Dinamis.
Apakah bisnis Anda sering menerima donasi, tip, atau nominal yang ditentukan sendiri oleh pemberi? Jika ya, seperti kotak donasi, booth amal, atau pengamen digital, QRIS Statis adalah pilihan yang lebih sederhana.
Jika masih belum yakin, lanjut ke langkah berikut.
Langkah 2: Pahami Perbedaan Cara Kerjanya dalam 60 Detik
QRIS Statis adalah satu kode QR permanen yang tidak berubah. Pembeli yang scan harus memasukkan nominal sendiri. Kode ini bisa di-print sekali, ditempel di meja atau dinding, dan digunakan terus tanpa perlu diperbarui.
QRIS Dinamis menghasilkan kode QR baru untuk setiap transaksi, lengkap dengan nominal yang sudah terisi otomatis. Pembeli tinggal scan dan konfirmasi, tidak perlu ketik angka. Kode ini biasanya ditampilkan di layar kasir atau struk digital.
Satu perbedaan kecil yang dampaknya besar: dengan QRIS Statis, ada peluang pembeli salah ketik nominal. Dengan QRIS Dinamis, nominalnya sudah terkunci dari sistem, sehingga tidak ada celah kesalahan input.
Langkah 3: Cocokkan dengan Tipe Bisnis Anda
Gunakan QRIS Statis jika bisnis Anda:
- Menjual produk atau layanan dengan harga tetap dan sederhana (satu atau dua jenis produk)
- Menerima donasi atau kontribusi sukarela
- Tidak memiliki sistem kasir digital dan hanya butuh solusi pembayaran cepat tanpa setup rumit
- Beroperasi di lokasi outdoor atau tempat yang tidak memungkinkan layar kasir digital
- Baru mulai menerima pembayaran digital dan ingin mulai dari yang paling sederhana
Gunakan QRIS Dinamis jika bisnis Anda:
- Memiliki banyak item dengan harga berbeda-beda
- Sudah menggunakan sistem kasir digital atau POS
- Membutuhkan pencatatan transaksi per item yang akurat untuk keperluan laporan stok
- Melayani volume transaksi tinggi dan kecepatan kasir adalah prioritas
- Ingin mengurangi risiko kesalahan input nominal oleh pembeli
Langkah 4: Pertimbangkan Operasional Harian
Ada satu aspek yang sering luput dari pertimbangan: siapa yang mengoperasikan kasir sehari-hari?
Jika kasir dioperasikan oleh karyawan yang berganti-ganti atau tidak terlalu familiar dengan teknologi, QRIS Statis lebih mudah dikelola tidak ada yang perlu diatur sebelum setiap transaksi, cukup tunjuk kode QR ke pembeli.
Jika kasir sudah terintegrasi dengan sistem POS atau tablet, QRIS Dinamis bisa berjalan hampir otomatis karena nominal sudah terhitung dari sistem saat transaksi diinput.
Langkah 5: Apakah Bisa Pakai Keduanya Sekaligus?
Ya, dan ini lebih umum dari yang dikira.
Contoh yang paling sering terjadi: restoran menggunakan QRIS Dinamis di kasir untuk meja makan reguler, sekaligus memasang QRIS Statis di meja khusus booth acara atau bazar saat mereka buka stan di luar restoran. Bisnis tidak perlu memilih satu secara eksklusif.
Merchant yang terdaftar di iPaymu bisa mengaktifkan dan mengelola kedua jenis QRIS dari satu dashboard yang sama.
Langkah 6: Aktifkan QRIS yang Sudah Anda Pilih
Proses aktivasi keduanya dimulai dari langkah yang sama:
- Daftar sebagai merchant iPaymu jika belum terdaftar.
- Masuk ke dashboard dan pilih menu channel pembayaran.
- Pilih QRIS — untuk QRIS Statis, sistem akan langsung menghasilkan kode QR yang bisa diunduh dan di-print. Untuk QRIS Dinamis, aktifkan integrasi dengan sistem kasir atau gunakan fitur generate QR per transaksi dari dashboard.
- Uji coba transaksi sebelum digunakan untuk melayani pembeli sungguhan.
Untuk QRIS Statis, langkah terakhir setelah aktivasi adalah mencetak kode QR dalam ukuran yang cukup besar agar mudah di-scan, minimal 5×5 cm, dan melaminasinya agar tahan lama.
Satu Hal yang Perlu Diingat
QRIS Statis dan QRIS Dinamis bukan tentang mana yang lebih canggih atau lebih profesional. Keduanya resmi dari Bank Indonesia dan sama-sama diterima oleh semua aplikasi e-wallet dan mobile banking.
Yang membedakan hanyalah alur transaksi mana yang lebih sesuai dengan cara bisnis Anda beroperasi sehari-hari. Warung mie ayam dengan QRIS Statis dan toko elektronik dengan QRIS Dinamis sama-sama membuat pengalaman bayar jadi lebih cepat dari transaksi tunai.
Daftar sebagai merchant iPaymu sekarang dan aktifkan QRIS yang paling sesuai dengan ritme kasir bisnis Anda.

Jadilah Orang Pertama yang Berkomentar!