Banyak pemilik bisnis menetapkan harga berdasarkan dua hal saja: harga pokok dan margin yang diinginkan. Biaya payment gateway sering tidak masuk dalam perhitungan.
Akibatnya, setiap transaksi digital memangkas sebagian margin yang sudah ditetapkan sejak awal. Bisnis yang terlihat untung di atas kertas bisa ternyata lebih tipis marginnya dari yang disadari.
Artikel ini memandu cara menghitung dan memasukkan biaya payment gateway ke dalam struktur harga produk sehingga margin yang direncanakan benar-benar terjaga.
Langkah 1: Pahami Struktur Biaya Payment Gateway yang Berlaku
Sebelum menghitung, penting untuk tahu biaya apa yang sebenarnya dikenakan. Ada dua jenis biaya utama dalam sistem pembayaran digital.
MDR (Merchant Discount Rate) adalah biaya persentase yang dipotong dari setiap transaksi. Besarannya berbeda tergantung channel pembayaran yang dipakai. Sebagai referensi, QRIS punya MDR 0,7% untuk merchant umum sesuai ketentuan Bank Indonesia. Virtual Account dan channel lain punya tarif yang bervariasi tergantung penyedia layanan.
Biaya tetap per transaksi adalah biaya flat untuk setiap transaksi terlepas dari nominalnya. Tidak semua channel mengenakan ini. Tapi perlu dicek di ketentuan masing-masing channel yang aktif.
Selain itu, ada biaya settlement jika merchant menarik dana di luar jadwal reguler. Biaya ini biasanya tidak besar. Tapi tetap perlu diperhitungkan jika sering dilakukan.
Langkah 2: Hitung Biaya Efektif per Transaksi
Setelah tahu struktur biaya, langkah berikutnya adalah menghitung biaya efektif rata-rata per transaksi di bisnis Anda.
Caranya: lihat laporan transaksi bulan lalu dan catat komposisi channel yang dipakai pembeli. Misalnya, 60% pembeli pakai QRIS, 30% pakai Virtual Account, dan 10% pakai Convenience Store.
Dengan komposisi itu, biaya efektif rata-rata bisa dihitung seperti ini:
- QRIS (0,7%) × 60% = 0,42%
- Virtual Account (1,5%) × 30% = 0,45%
- Convenience Store (flat Rp5.000) × 10% — hitung per nilai transaksi rata-rata
Jumlahkan hasilnya. Angka itu adalah biaya payment gateway rata-rata yang ditanggung bisnis per transaksi.
Langkah 3: Tentukan Siapa yang Menanggung Biaya
Ini keputusan bisnis yang tidak ada jawaban universalnya. Ada dua pendekatan yang umum dipakai.
Pendekatan 1: Biaya ditanggung bisnis. Biaya payment gateway dimasukkan ke dalam harga sebagai bagian dari biaya operasional. Pembeli tidak melihat biaya tambahan. Ini membuat checkout terasa lebih bersih dan tidak menimbulkan pertanyaan dari pembeli.
Pendekatan 2: Biaya diteruskan ke pembeli. Biaya ditampilkan secara terpisah di checkout misalnya sebagai “biaya transaksi”. Ini lebih transparan. Tapi bisa mengurangi konversi jika pembeli merasa terkejut dengan biaya tambahan di akhir proses.
Kebanyakan bisnis memilih pendekatan pertama. Tapi untuk bisnis dengan margin yang sangat tipis, pendekatan kedua bisa menjadi pilihan yang lebih realistis.
Langkah 4: Masukkan Biaya ke Formula Harga
Jika memilih memasukkan biaya ke harga jual, berikut formula sederhana yang bisa langsung dipakai.
Formula: Harga jual = (Harga pokok + Biaya operasional lain) ÷ (1 – margin yang diinginkan – biaya payment gateway)
Contoh konkret:
- Harga pokok produk: Rp50.000
- Biaya operasional lain: Rp5.000
- Margin yang diinginkan: 30%
- Biaya payment gateway rata-rata: 1%
Harga jual = Rp55.000 ÷ (1 – 0,30 – 0,01) = Rp55.000 ÷ 0,69 = Rp79.710
Dibulatkan menjadi Rp80.000. Dengan harga ini, margin 30% tetap terjaga meski sudah memperhitungkan biaya payment gateway.
Bandingkan dengan cara lama: Rp55.000 ÷ (1 – 0,30) = Rp78.571. Selisihnya kecil per produk. Tapi dalam 500 transaksi per bulan, selisih itu menjadi ratusan ribu rupiah yang hilang dari margin tanpa disadari.
Langkah 5: Bedakan Harga untuk Kanal yang Berbeda
Tidak semua kanal penjualan punya struktur biaya yang sama. Penjualan lewat marketplace punya biaya komisi yang jauh lebih tinggi dari toko sendiri. Karena itu, harga yang tepat untuk toko sendiri mungkin tidak cukup untuk menutup biaya di marketplace.
Beberapa bisnis menetapkan harga berbeda untuk kanal berbeda. Ini sah dan umum dilakukan. Yang penting, pembeli di setiap kanal masih merasa harga yang mereka bayar wajar.
Jika ingin menyamakan harga di semua kanal, pastikan margin sudah memperhitungkan biaya kanal yang paling mahal. Dengan begitu, bisnis tidak merugi di kanal manapun.
Langkah 6: Tinjau Ulang Harga Secara Berkala
Biaya payment gateway bisa berubah. Kebijakan MDR bisa direvisi. Komposisi channel yang dipakai pembeli juga bisa bergeser seiring waktu. Karena itu, harga yang tepat hari ini belum tentu tepat enam bulan ke depan.
Tetapkan jadwal tinjauan harga minimal setiap tiga bulan. Di setiap tinjauan, cek kembali komposisi channel dari laporan transaksi dan hitung ulang biaya efektif rata-rata. Jika ada perubahan signifikan, sesuaikan harga sebelum margin terkikis lebih jauh.
Harga yang Tepat Dimulai dari Biaya yang Dipahami
Menetapkan harga tanpa memperhitungkan biaya payment gateway sama seperti menghitung keuntungan tanpa memasukkan ongkos kirim. Angkanya terlihat bagus di atas kertas. Tapi tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
Mulai dari langkah pertama hari ini: cek struktur biaya channel yang aktif di dashboard iPaymu. Lalu hitung biaya efektif rata-rata per transaksi bisnis Anda. Dari sana, formula harga yang tepat bisa langsung diterapkan.
Daftar sebagai merchant iPaymu sekarang dan kelola semua biaya transaksi dari satu dashboard yang transparan.

Jadilah Orang Pertama yang Berkomentar!